Lembaga Kajian Kesundaan · Bandung

Ngamumule jeung Ngamekarkeun Budaya Sunda

Sejak 2002, Pusat Studi Sunda melakukan kajian kritis dan interdisipliner terhadap bahasa, sastra, dan budaya Sunda — melalui penelitian, dokumentasi, penerbitan, dan pengelolaan Perpustakaan Ajip Rosidi — agar warisan budaya Sunda tetap hidup dalam konteks budaya global.

Sejarah

Lahir dari Konferensi Internasional Budaya Sunda

Pusat Studi Sunda (PSS) berdiri sebagai tindak lanjut rekomendasi Konferensi Internasional Budaya Sunda ke-1 (KIBS 1) yang diselenggarakan Yayasan Kebudayaan Rancagé di Bandung. Didirikan oleh Ajip Rosidi bersama para budayawan dan akademisi Sunda, PSS menjadi rumah bagi penelitian, perpustakaan, dan penerbitan kesundaan.

  1. Agustus 2001

    KIBS 1 digelar di Bandung (22–25 Agustus) dan merekomendasikan pendirian sebuah pusat kajian kesundaan.

  2. 24 Agustus 2002

    Pusat Studi Sunda resmi berdiri, didirikan antara lain oleh Ajip Rosidi, Edi S. Ekadjati, A. Chaedar Alwasilah, dan Dodong Djiwapradja.

  3. 2002–2010

    PSS berkegiatan di Jl. Karawitan No. 46, kemudian Jl. Taman Kliningan II No. 5, sambil merintis perpustakaan dan jurnal Sundalana.

  4. 15 Agustus 2015

    Perpustakaan Ajip Rosidi diresmikan di Jl. Garut No. 2, Bandung — gedung tiga lantai yang menjadi pusat aktivitas PSS hingga kini.

  5. Kini

    PSS terus mengembangkan kajian, digitalisasi koleksi, dan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk masa depan budaya Sunda.

Arah & Tujuan

Visi & Misi

Visi

Revitalisasi budaya Sunda dalam pengertian seluas-luasnya melalui kajian-kajian kritis dan interdisipliner terhadap berbagai aspek budaya lokal dalam konteks budaya global.

Misi

  • Penelitian — menggali nilai, sejarah, bahasa, dan sastra Sunda secara ilmiah dan interdisipliner.
  • Dokumentasi — mengarsipkan naskah, buku, mikrofilm, dan karya budaya Sunda serta Nusantara.
  • Publikasi — menyebarluaskan hasil kajian melalui jurnal Sundalana, buku, dan media digital.
Kegiatan

Program Utama

Empat pilar kegiatan yang menopang misi pelestarian dan pengembangan budaya Sunda.

Penelitian Kesundaan

Kajian bahasa, sastra, sejarah, dan naskah Sunda yang menjadi rujukan mahasiswa S1–S3, peneliti, dan penulis dari berbagai perguruan tinggi.

Jurnal Sundalana

Jurnal ilmiah hasil penelitian tentang kesundaan yang tengah dikembangkan menuju jurnal internasional bekerja sama dengan perguruan tinggi.

Perpustakaan & Dokumentasi

Pengelolaan Perpustakaan Ajip Rosidi: buku, naskah, mikrofilm, dan buku digital yang terbuka untuk umum.

Literasi & Digitalisasi

Program literasi budaya dan pengembangan akses digital koleksi melalui platform Gapura, agar khazanah Sunda terjangkau generasi baru.

Perpustakaan Ajip Rosidi

Rumah Bacaan Kesundaan di Jantung Bandung

Gedung tiga lantai di Jl. Garut No. 2, Bandung, menyimpan koleksi buku fiksi dan nonfiksi, naskah, mikrofilm, hingga buku digital — sebagian besar warisan koleksi pribadi Ajip Rosidi dan para budayawan Sunda. Terbuka untuk umum bagi siapa pun yang ingin mengkaji kesundaan.

±40.000
koleksi buku, naskah, mikrofilm & buku digital
3
lantai ruang baca & kajian
2015
diresmikan langsung oleh Ajip Rosidi

Jelajahi Koleksi Secara Digital

Katalog dan koleksi digital Perpustakaan Ajip Rosidi kini dapat diakses melalui platform Gapura — gerbang digital khazanah pustaka Sunda dan Nusantara.